Papa meninggal hari Senin bulan Juli, tanggal 19 jam 11 pagi.
Hari Minggu bulan Juli, tanggal 4 jam 12 siang papa muntah mendadak setelah bangun dari tidur di sofa. Lalu aku, Rizky dan mama buru-buru memanggil taksi dan pergi membopong papa ke RS. Pertamina Jaya (RSPJ). Sesampai di RSPJ papa masih setengah sadar namun setengah jam kemudian sudah tidak sadarkan diri. Akhirnya aku dan mama naik ambulance ke RS. Islam untuk CT-Scan papa supaya tahu apakah ada pendarahan di otak atau tidak. Saat CT-Scan papa sempat hilang nafas dan suster RSPJ langsung buru-buru membersihkan jalan nafas papa. Alhamdulillah, hasil CT-Scan-nya baik dan tidak menunjukkan pendarahan otak. Kami kembali dengan terburu-buru naik ambulance kembali ke RSPJ karena didalam ambulance nafas papa sempat hilang kembali. Sesampai di RSPJ papa dianjurkan memakai Ventilator karena nafasnya sudah melemah. Sayang-nya di RSPJ alat itu sudah dipakai semua karena itu papa dirujuk ke RS. Pertamina Pusat (RSPP).
Kami pergi ke RSPP naik ambulance sore hari sebelum maghrib. Perjalanan terasa lama karena macet. Sesampai di RSPP, mama dan aku mengurus administrasi sementara papa dibawa ke Intensive Care Unit (ICU). Papa dapat ruang ICU-B dan kami disuruh menunggu di ruang tunggu pasien. Kami bingung dan memutuskan untuk duduk sejenak, aku melihat banyak keluarga yang juga menunggu... dalam hati aku memikirkan mama karena kami pasti harus tidur di RSPP. Alhamdulillah, Budhe Umi dan Pakde Darmadji datang dan memberikan kami karpet, selimut dan sajadah beserta mukena, lalu kemudian berturut-turut keluarga mama dan papa datang menjenguk.