Kondisi papa di RSPP koma. Tidak ada yang bisa kami lakukan kecuali berdoa atau mengajak-nya mengobrol satu arah di kamar ICU. Pada saat itu aku merasa lebih dekat dengan papa, aku banyak bercerita, banyak berdoa, membaca Al-Quran didepannya... hal-hal yang jarang aku lakukan semasa papa sadar.
Papa meninggal hari Senin bulan Juli tanggal 19 jam 11 pagi.
Hari Minggu bulan Juli tanggal 18 aku pulang kerumah untuk membereskan rumah dan bersiap-siap untuk test pekerjaan keesokan hari-nya. Aku tidak tahu kalau ternyata papa meninggal besok. Aku test di KKO Cilandak dan selesai jam 11, tepat sekali dengan kematian papa. Aku langsung buru-buru pulang setelah sebelumnya menelepon mama dan menanyakan kabar. Alhamdulillah, saat itu di RSPP ada adik dan nenek yang menjaga bersama mama.
Sampai-ku dirumah, papa sudah dibungkus kain batik. Aku tidak sedih saat melihat jasadnya tapi aku sedih karena aku tidak ada disaat papa meninggal. Semuanya berlangsung begitu cepat, selesai aku melihat jasad papa, aku dan adikku memandikan papa, membawanya ke masjid dengan ambulance untuk sholat jenazah dan langsung menuju Kemiri untuk dimakamkan. Alhamdulillah, semua sudah diurus oleh Om Alun dan Budhe Wartilah. Sesampai di Kemiri, papa langsung dimakamkan setelah aku meng-adzan-kan beliau di telinga-nya. Hujan turun deras saat kami pulang. Setelah sampai dirumah kami segera mengadakan tahlil-an dan khatam Al-Quran untuk papa selama 7 hari.
