8.04.2010

Papa (2)

Kondisi papa di RSPP koma. Tidak ada yang bisa kami lakukan kecuali berdoa atau mengajak-nya mengobrol satu arah di kamar ICU. Pada saat itu aku merasa lebih dekat dengan papa, aku banyak bercerita, banyak berdoa, membaca Al-Quran didepannya... hal-hal yang jarang aku lakukan semasa papa sadar.

Papa meninggal hari Senin bulan Juli tanggal 19 jam 11 pagi.

Hari Minggu bulan Juli tanggal 18 aku pulang kerumah untuk membereskan rumah dan bersiap-siap untuk test pekerjaan keesokan hari-nya. Aku tidak tahu kalau ternyata papa meninggal besok. Aku test di KKO Cilandak dan selesai jam 11, tepat sekali dengan kematian papa. Aku langsung buru-buru pulang setelah sebelumnya menelepon mama dan menanyakan kabar. Alhamdulillah, saat itu di RSPP ada adik dan nenek yang menjaga bersama mama.

Sampai-ku dirumah, papa sudah dibungkus kain batik. Aku tidak sedih saat melihat jasadnya tapi aku sedih karena aku tidak ada disaat papa meninggal. Semuanya berlangsung begitu cepat, selesai aku melihat jasad papa, aku dan adikku memandikan papa, membawanya ke masjid dengan ambulance untuk sholat jenazah dan langsung menuju Kemiri untuk dimakamkan. Alhamdulillah, semua sudah diurus oleh Om Alun dan Budhe Wartilah. Sesampai di Kemiri, papa langsung dimakamkan setelah aku meng-adzan-kan beliau di telinga-nya. Hujan turun deras saat kami pulang. Setelah sampai dirumah kami segera mengadakan tahlil-an dan khatam Al-Quran untuk papa selama 7 hari.

Papa (1).

Papa meninggal hari Senin bulan Juli, tanggal 19 jam 11 pagi.

Hari Minggu bulan Juli, tanggal 4 jam 12 siang papa muntah mendadak setelah bangun dari tidur di sofa. Lalu aku, Rizky dan mama buru-buru memanggil taksi dan pergi membopong papa ke RS. Pertamina Jaya (RSPJ). Sesampai di RSPJ papa masih setengah sadar namun setengah jam kemudian sudah tidak sadarkan diri. Akhirnya aku dan mama naik ambulance ke RS. Islam untuk CT-Scan papa supaya tahu apakah ada pendarahan di otak atau tidak. Saat CT-Scan papa sempat hilang nafas dan suster RSPJ langsung buru-buru membersihkan jalan nafas papa. Alhamdulillah, hasil CT-Scan-nya baik dan tidak menunjukkan pendarahan otak. Kami kembali dengan terburu-buru naik ambulance kembali ke RSPJ karena didalam ambulance nafas papa sempat hilang kembali. Sesampai di RSPJ papa dianjurkan memakai Ventilator karena nafasnya sudah melemah. Sayang-nya di RSPJ alat itu sudah dipakai semua karena itu papa dirujuk ke RS. Pertamina Pusat (RSPP).

Kami pergi ke RSPP naik ambulance sore hari sebelum maghrib. Perjalanan terasa lama karena macet. Sesampai di  RSPP, mama dan aku mengurus administrasi sementara papa dibawa ke Intensive Care Unit (ICU). Papa dapat ruang ICU-B dan kami disuruh menunggu di ruang tunggu pasien. Kami bingung dan memutuskan untuk duduk sejenak, aku melihat banyak keluarga yang juga menunggu... dalam hati aku memikirkan mama karena kami pasti harus tidur di RSPP. Alhamdulillah, Budhe Umi dan Pakde Darmadji datang dan memberikan kami karpet, selimut dan sajadah beserta mukena, lalu kemudian berturut-turut keluarga mama dan papa datang menjenguk.

6.19.2010

Jin Roh & Milano Fashion

Akhir-akhir ini kalau dengar musik lagi suka musik-musik dari dua album berikut.


1. Jin Roh Soundtrack.
Album ini diisi dengan aransemen biola, gitar listrik, piano, humming dari Gabriella Robin dan ada sedikit beat. Total lagu ada 22 lagu, yang saya suka ada 11 lagu. Nuansa dari album ini romantis, kelam dan lounge. Lagu yang saya sarankan dari 11 lagu kesukaan saya adalah Main Theme, Keel dan Shadows of Rainbow. Untuk preview lagu bisa didengar di sini.

2. The Sound of Milano Fashion 7.
Dapat album ini dari asal pilih, ternyata enak juga. Dibagi menjadi dua CD, CD pertama The Show dengan musik ber-tempo ringan, lounge dan pop sementara CD kedua After Show didominasi lagu-lagu house. Total lagu ada 20 lagu, yang saya suka ada 12 lagu. Lagu yang saya sarankan dari 12 lagu kesukaan saya adalah When The Rain Falls (Mike Monday), Reckoner (Radiohead) dan Can't Stop! (Jason Phats feat. Ben Ofoedu). Untuk preview lagu bisa didengar di sini.

Perlu beli earphone baru, yang lama rusak hmm...

5.12.2010

Mereka Yang Kuanggap Pahlawan

Kenalan ada saat senang, teman ada saat susah. Dan daftar ini, list saudara dan teman-teman yang saya anggap selalu ada saat saya dilanda kesusahan.

Tante Nita, Tante Ika, Habibi Mawardi, Dini Magdalena
Jufri Gerard, Happy, Rizky Akbar

Dan tentu saja Mama dan Papa, saya minta maaf kalau saya belum bisa memberi apapun yang menurut saya berarti hingga sekarang. Hanya Allah yang bisa membalas kebaikan kalian semua...